Tuesday, January 8, 2013

Number one for me..

Tadi malam saya mencoba untuk pertama kalinya mengutarakan sebagian besar impian saya di tahun 2013. Saya percaya jika ridho dari orang tua terutama ibu sangatlah manjur dan pasti terkabul. Akhirnya dengan tekad bulat saya memberitahukan beberapa resolusi 2013 saya kepada ibu seperti Ingin menginjakkan kaki di tanah Eropa, Melihat Bunga Tulip di Belanda, Mutasi ke kantor pusat, Menjadi pembicara event kelas nasional, dan mulai menulis buku. Ibu hanya bisa mengamini saja dan mendoakan banyak untuk saya (melalui BBM karena saya malu ketahuan menangis). Saya sangat cengeng memang terlebih jika berkaitan dengan Ibu. Beliau segalanya untuk saya. Sampai detik ini segala kesuksesan saya tak lebih banyak sekali campur tangan dari ibu. Beliau adalah sosok perempuan yang sangat tegar sekali menghadapi berbagai cobaan dalam keluarga kami. Memang dari luar banyak orang menganggap saya memiliki kepribadian yang ceria, seperti tidak memiliki masalah sedikitpun, enjoy. Padahal salah besar. Ya, sampai detik ini saya sedang mengalami begitu masalah pelik dalam keluarga yang cukup besar. Duluuu waktu kecil sering berpikir bahwasanya perselingkuhan, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga itu semua hanya ada di sinetron saja. Saya hampir menjadi anak broken home. Tapi Alhamdulillah itu semua tidak terjadi berkat ibu tentunya. Saya harus maju terus pantang menyerah dalam hidup ini. Sungguh ketegaran beliau sangat menguatkan pribadi saya. Beliau kuat menghadapi sifat keras ayah saya, kuat menghadapi berbagai fitnah yang bertubi-tubi melanda keluarga saya. Jadi tidak heran jika setiap Lebaran kami hanya merayakan ber empat saja. Saya memiliki keluarga besar termasuk paman, bibi dll. Tapi itu hanya sebatas angan saja. Entah kenapa satu persatu keluarga besar menjauhi keluarga kecil saya. Masih banyak lagi cobaan yang saat ini saya hadapi namun tidak mungkin saya ceritakan secara keseluruhan. Hanya saja saya ingin men-sharingkan sesuatu bahwa di dunia ini banyak sekali manusia yang mengeluhkan segala permasalahan yang menurut dia pelik dan sulit. Berpikir bahwa Tuhan tidak adil lagi. Padahal ketika kita mengalami suatu ujian itu merupakan suatu pertanda bahwa kita akan naik kelas. Saya akan memberikan contoh jika kita sedang mengendarai sepeda dan kita tidak perlu untuk mengayuh sepeda tersebut makan itu pertanda jalanan yang sedang kita lewati sedang menurun, namun jika kita perlu mengayuh sepeda tersebut lebih kuat dan kuat lagi maka pertanda bahwasanya jalanan yang kita lewati sedang menanjak naik. So, keep spirit, be grateful, always positive thinking. :D

No comments:

Post a Comment